Site Loader

Simvastatin tersedia dalam dosis 5-80 mg, namun dosis yang lazim digunakan adalah 20 mg dosis tunggal, kecuali bagi pasien yang  ingin menurunkan kadar kolesterol lebih dari 45%, maka digunakan simvastatin dengan dosis 40 mg. simvastatin dikomsumsi saat malam hari sebelum tidur karena simvastatin memiliki waktu paruh yang pendek yaitu 2 jam sehingga waktu paling optimal untuk mengomsusmsinya adalah pada saat tubuh beristirahat karena sintesis kolesterol sangat tinggi.

efek samping simvastatin mulai muncul sekitar kurang lebih enam minggu. Efek samping yang muncul antara lain berupa myopathy/myalgi, hepatoksisitas dengan adanya peningkatan enzim alanin aminotransferase, adanya gangguan renal yang mengakibatkan proteinuria dan hematuria, disfungsi ereksi, artritis, gangguan saraf seperti penurunan daya ingat dan fungsi kognitif, serta gangguan tidur. Inhibisi dari enzim HMG CoA-reduktase menyebabkan berkurangnya produksi mevalonat yang berperan sebagai komponen penting dalam jalur biosintesis kolestrol. Namun, mevalonat ini selain digunakan dalam biosintesis, juga diperlukan dalam biosintesis ubikuinon ini dapat mengganggu produksi energi dari rantai respiratori mitokondria yang akan berpengaruh terhadap otot. Gangguan otot akibat penggunaan obat golongan statin ditandain dengan adanya rasa nyeri pada otot. Gangguan otot juga dapat dideteksi dengan pengukuran kadar keratin kinase pada darah. Semakin tinggi kadar keratin kinase maka kemungkinan besar gangguan otot yang terjadi telah cukup parah. Gangguan otot yang paling umum dirasakan oleh pasien pemakai obat golongan statin adalah myalgia dan rabdomiolisis.

Penggunaan simvastatin, mayoritas pengobatan yang sering digunakan sebagai terapi dini pertama pada minggu awal dan minggu keenam adalah atorvastatin atau simvastatin dengan dosis 20 mg. dosis ini dikategorikan sebagai dosis standar statin yang cocok untuk sebagian besar pasien untuk menurunkan 30-40% kadar kolesterol. Statin dengan dosis 20 mg dapat digunakan untuk penderita diabetes dan gangguan jantung yang banyak diderita oleh subyek penelitian. Statin dengan dosis 20 mg juga cocok dugunakan untuk penderita serangan jantung dengan peningkatan LDL yang tidak begitu tinggi. Efek samping nyeri otot setelah penggunaan simvastatin, lemas merupakan jenis nyeri otot akibat penggunaan statin yang paling sering terjadi pada bagian ekstrimitas. Karakteristik lemas berupa peningkatan, penurunan, maupun pergerakan abnormal dari creatinine Kinase. Berdasarkan hasil pengamatan biopsi, lemas dapat juga berupa kerusakan otot dengan nekrosis serat otot dan infiltrasi sel inflamasi.

Daftar Pustaka
Rosita Irma, Adrajati Retnosari, zainuddin. Efek Samping Nyeri Otot dari Simvastatin dan Atorvastatin pada Pasien Jantung RSUD Tarakan. 2014. Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia.

Neni,Friska,Alifah

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *