NoIstilah/SingkatanKeterangan
1ARVAntiretroviral : Senyawa berkhasiat obat yang menghambat reproduksi retrovirus (Mis. HIV).
2AbdomenPerut
3AkathisiaKeadaan yang ditandai oleh kegelisahan motorik, mulai dari rasa gelisah sampai ketidakmampuan untuk berbaring atau duduk dengan baik atau tidur, seperti yang tampak pada reaksi toksik dari fenotiazin
4AkromegaliPembesaran abnormal tulang ekstremitas yang disebabkan oleh hipersekresi hormon pertumbuhan dari hipofisis setelah dewasa.
5AlzeimerMerupakan kondisi progresif dimana sel saraf otak mengalami degenerasi dan otak mengalami pengerutan dan pada umumnya menyebabkan demensia (pikun)
6Amenorrhea (Amenore)Tidak ada atau terhentinya haid secara abnormal; primer : tidak terjadinya haid pada pubertas; sekunder : berhentinya haid setelah pernah ada pada pubertas.
7AnafilaksisSyok anafilaksis; manifestasi dan hipersensitivitas tipe cepat pada individu yang peka terpajan (terpapar) suatu antigen spesifik atau hapten yang mengakibatkan gangguan pernapasan yang mengancam jiwa, biasanya diikuti dengan kolaps vaskular, syok dan disertai dengan urtikaria, pruritus, dan angioedema.
8Anestesi1. Kehilangan sensasi oleh kerusakan saraf atau reseptor
2. Kehilangan kemampuan untuk merasakan sakit, disebabkan oleh pemberian obat atau intervensi medis lainnya."
9AnorexiaTidak ada atau hilangnya selera nafsu makan
10AntiemetikSenyawa berkhasiat yang mencegah atau meringankan mual dan muntah.
11AntineoplastikSenyawa yang menghambat atau mencegah perkembangan neoplasma; memeriksa pematangan dan proliferasi sel-sel ganas;
12Anxiety DisorderGangguan berupa kegelisahan
13ApendisitisPeradangan apendix vermiformis.
14ApneaPenghentian pernafasan.
15ArteriosklerosisSekelompok penyakit khas yang ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas dinding arteri, terdiri dari tiga bentuk : aterosklerosis, arteriosklerosis dan Monckeberg.
16ArthralgiaNyeri sendi
17Asidosis LaktatPenurunan pH darah sebagai akibat dari peningkatan kadar asam laktat.
18BigeminiTerdapatnya dua denyut pada nadi dalam penghentian cepat sebagai salah satu tanda serangan jantung
19BioavailabilitasKadar obat yang mencapai sirkulasi sistemik.
20BradikardiaPerlambatan denyut jantung, seperti yang tampak pada kecepatan denyut nadi kurang dari 60.
21BronkospasmeKontraksi spasmodik otot polos bronki, seperti yang terjadi pada asma.
22CBCComplete Blood Count (hitung darah lengkap)
23CellulitisPeradangan jaringan lunak atau jaringan penghubung, dengan suatu eksudat encer, menyebar ke jaringan sekitarnya dan dapat menyebabkan luka dan bernanah.
24CholangitisPeradangan pada duktus biliaris.
25ClearanceVolume plasma yang dibersihkan per satuan waktu.
26CushingoidKeadaan sebagai akibat hiperadrenokortikisme yang disebabkan neoplasma korteks adrenal atau lobus anterior hipofisis, atau akibat asupan glukokortikoid untuk tujuan terapi. Gejala ini dapat meliputi adipositas pada wajah, leher, dan badan, kifosis yang disebabkan oleh pelunakan tulang belakang, amenore, hipertrikosis (pada wanita), impotensi (pada laki - laki), corak kulit kehitaman dengan tanda ungu, hipertensi, polisitemia, nyeri pada abdomen dan punggung, serta kelemahan otot.
27Defisit kognitifMenurunnya daya ingat
28DeliriumGangguan mental yang berlangsung singkat biasanya mencerminkan keadaan toksik, yang ditandai oleh ilusi, halusinasi, delusi, kegirangan, kurang istirahat, dan inkoheren
29DemensiaLihat alzeimer
30DemineralisasiPengeluaran mineral atau garam anorganik yang berlebihan dari jaringan tubuh
31DepresiDalam psikiatri, suatu kesedihan yang tidak wajar, dejeksi, atau melankoli.
32DesquamationPelepasan elemen epitel, terutama kulit, dalam bentuk sisik atau lembaran halus
33DiaphoresisBerkeringat, terutama keringat yang banyak.
34DiplopiaPersepsi adanya dua bayangan dari satu objek
35DispneaPernafasan yang sukar atau sesak.
36DyslexiaKetidakmampuan untuk membaca, mengeja, atau membaca kata, walaupun mampu melihat dan mengenali huruf
37EdematosaPengumpulan cairan secara abnormal dalam ruang jaringan interselular tubuh.
38Efek InotropikEfek yang mempengaruhi daya kontraksi otot
39Efek KronotropikGangguan terhadap keteraturan dari gerak periodik, seperti denyut jantung.
40EfikasiKemampuan obat untuk menghasilkan efek terapeutik yang diinginkan.
41EfusiKeluarnya cairan ke dalam bagian tubuh berupa eksudasi atau transudasi.
42EksantemaPenyakit virus akut, ringan, pada anak - anak dengan demam kontinu atau remiten yang berlangsung selama kira - kira 3 hari, demam turun melalui krisis dan diikuti oleh ruam pada badan, disebabkan oleh herpes virus manusia
43Emboli pulmonalBekuan darah atau sumbatan lain, pada paru yang terbawa oleh darah dari satu pembuluh darah dan terdesak ke dalam pembuluh yang lebih kecil, sehingga menyumbat sirkulasi darah.
44EnuresisBuang air kecil yang tidak terasa; istilah ini sering digunakan khusus untuk mengompol waktu tidur di malam hari.
45EosinofiliaPeningkatan kadar eosinofil dalam darah secara abnormal.
46EpidermalnekrolisisPemisahan atau eksfoliasi jaringan nekrotik pada epidermal.
47EpidermolisisKeadaan terurainya epidermis dengan pembentukan lepuh dan bula, yang terjadi baik secara spontan maupun pada tempat trauma.
48EpistaksisPerdarahan dari hidung biasanya akibat pecahnya pembuluh darah kecil yang terletak di bagian anterior septum nasal kartilaginosa.
49EPS (Extra Pyramidal Symptoms)Perwujudan efek obat yang tidak dikehendaki seperti akatisia,distonia, pseudoparkinsonism dan tardive. Efek yang tidak dikehendaki terjadi secara akut atau tertunda atau keduanya.
50Eritema MultiformKemerahan pada kulit yang dihasilkan oleh kongesti pembuluh kapiler secara polimorfik
51EuphoriaRasa gembira yang abnormal atau berlebihan.
52Fanconi syndrome1. kelainan herediter langka, yang diturunkan secara resesif autosom, ditandai dengan pansitopenia, hipoplasia sumsum tulang, dan perubahan warna kulit bercak-bercak cokelat akibat deposisi melanin, serta berkaitan dengan anomali kongenital multipel sistem muskuloskeleton dan genitourinaria
2. istilah umum untuk sekelompok penyakit yang ditandai dengan disfungsi tubuli renalis proksimal, disertai hiperaminoasiduria generalisata, glikosuria renal, hiperfosfaturia, serta kehilangan bikarbonat dan air; penyebab yang paling umum adalah sistinosis, tetapi juga dihubungkan dengan penyakit genetik lain serta terjadi dalam bentuk idiopatik dan didapat"
53FlebitisRadang pembuluh vena.
54FurunculosisPenimbunan furunkel berturut-turut yang menetap sepanjang periode beberapa minggu atau bulan;
55GalaktorrheaMengalirnya air susu dari payudara secara berlebihan atau spontan diantara waktu menyusui atau setelah anak disapih; sekresi air susu secara terus - menerus (persisten)
56GastroenteritisPeradangan lambung dan usus
57GestasiGestation : Periode perkembangan dari saat pembuahan ovum sampai lahir.
58GynecomastiaPerkembangan kelenjar susu laki-laki yang berlebihan, bahkan sampai tingkat fungsional
59HalusinasiPersepsi sensorik (penglihatan, sentuh, pendengaran, penciuman, atau pengecap) tanpa rangsangan luar
60HBVHepatitis B Virus
61HemodialisisPembuangan elemen-elemen tertentu dari darah melalui membran dialisis ketika disirkulasikan di luar tubuh (cuci darah).
62HemoperitoneumEfusi darah dalam peritonium.
63HepatomegaliPembesaran Hati
64HGPRTHypoxanthine Guonine Phosphoribosyl Transferase
65Hiperavitaminosis AKekurangan vitamin A yang berlebihan
66Hiperemesis gravidarumMuntah yang hebat pada kehamilan
67HiperkinesiaPeningkatan abnormal fungsi atau aktivitas motor, baik neurogenik maupun sikogenik.
68HiperprolaktinemiaPeningkatan kadar prolaktin dalam cairan tubuh
69HipersensitivitasKeadaan perubahan reaktivitas dimana tubuh bereaksi dengan respon imun secara berlebihan terhadap senyawa asing (alergi)
70HipertensiTekanan darah arterial yang tetap tinggi; dapat tidak memiliki sebab yang diketahui (esential, idiopatik, atau primary) atau berkaitan dengan penyakit lain (secondary)
71HipokalsemiaPenurunan kalsium darah di bawah normal, ditandai dengan refleks tendon dalam yang hiperaktif, tanda Chvostek (spasme pada otot wajah), kejang otot dan perut, serta spasme karpopedal
72HipoksiaPenurunan pemasukan oksigen ke jaringan sampai dibawah tingkat fisiologis meskipun perfusi jaringan oleh darah memadai
73HipoparatiroidismKeadaan yang sangat dipengaruhi oleh pengurangan fungsi atau pengangkatan kelenjar paratiroid, disertai hipokalsemia, yang dapat menimbulkan tetani, hiperfosfatemia, yang menurunkan resolusi tulang dan gejala lainnya
74HipotensiTekanan darah yang rendah secara abnormal.
75HipoventilasiPenurunan jumlah udara yang memasuki alveoli paru-paru.
76HipovolemiaPenurunan abnormal volume cairan sirkulasi (plasma) dalam tubuh.
77HIVHuman Immunodeficiency Virus
78HUSHemolytic Uremic Syndrome
79Hyperkeratosis1. hipertrofi lapisan bertanduk pada kulit, atau setiap penyakit yang ditandai olehnya
2. hipertrofi kornea mata"
80HypokinensiaPenurunan aktivitas atau fungsi motorik secara abnormal
81IleusObstruksi usus.
82Ileus paralitikIleus adynamic. Ileus akibat penghambatan motilitas usus
83ImmunocompromisedRespons imun yang diperlemah sebagai akibat pemberian obat imunosupresif, radiasi, malnutrisi, dan proses penyakit tertentu (misalnya kanker, )
84ImpetigoInfeksi streptokokus atau stafilokokus pada kulit yang ditandai oleh vesikel atau bula yang menjadi pustula, rapuh, dan membentuk keropeng kuning
85Infeksi IndolenInfeksi yang menimbulkan sedikit nyeri, tumbuh lambat
86Infeksi OportunistikInfeksi bawaan oleh suatu organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit dan menjadi patogenik dalam kondisi tertentu.
87InsomniaTidak dapat tidur, keadaan terjaga yang abnormal
88JaundiceIkterus; warna kekuningan pada kulit, sklera, membran mukosa, dan ekskresi akibat hiperbilirubinemia dan pengendapan pigmen empedu.
89KolestatikPenghentian atau supresi dari aliran empedu, dengan penyebab intrahepatik ataupun ekstrahepatik.
90KonstipasiPengeluaran feses yang jarang atau sulit.
91LeukopeniaBerkurangnya jumlah leukosit di dalam darah secara abnormal.
92MalabsorpsiAbsorpsi usus terhadap zat gizi yang terganggu
93MastitisPeradangan dari kelenjar payudara
94MeningitisPeradangan pada selaput otak.
95MiopatiPenyakit yang berkaitan dengan otot
96MiositisRadang otot volunter
97MoniliasisNama lain Candidiasis
98MyalgiaNyeri otot
99Myoclonus kortikalKontraksi otot atau sekelompok otot (syok)
100Necrotizing vasculitisSetiap kelompok kelainan yang ditandai dengan radang dan nekrosis dinding pembuluh darah
101NefrotoksisitasDestruktif terhadap sel ginjal
102NekrolisisPemisahan atau eksfoliasi jaringan nekrotik
103Nekrolisis epidermal toksikHilangnya jaringan kulit yang luas, sehingga meninggalkan daerah kulit yang kasar
104NeonatusBayi yang baru lahir.
105Nervus vagusSaraf yang berasal dari sejumlah radiks kecil di sisi lateral medula oblongata dalam alur di antara oliva dan pedunkulus serebelaris inferior
106NeuritisRadang saraf
107NeuroblastomaSarkoma yang berasal dari system saraf, terutama terdiri dari neuroblas serta terutama menyerang bayi dan anak-anak kecil, biasanya berawal dari system saraf otonom (simpatokoblastoma) atau dalam medulla adrenal.
108NeuromuskularBerhubungan dengan otot dan saraf atau hubungan diantara keduanya
109NeurotoksisitasEfek destruktif atau beracun terhadap jaringan saraf
110NystagmusGerak cepat bola mata involunter (horizontal, vertikal, berputar, atau campuran dari dua variasi)
111ObesitasPeningkatan berat badan melebihi batas kebutuhan rangka dan fisik, sebagai akibat akumulasi lemak berlebihan dalam tubuh.
112Obsessive Convulsive DisorderGangguan yang ditandai dengan kompulsi untuk melakukan tingkah laku tertentu secara berulang - ulang atau menjalankan ritual tertentu
113OsteomalasiaMineralisasi osteoid yang inadekuat atau terlambat pada tulang kortikal dewasa dan spongiosa
114Otolisis1. perusakan spontan jaringan-jaringan atau sel-sel oleh enzim autolog, seperti yang terjadi setelah kematian dan pada beberapa keadaan patologis
2. perusakan sel-sel tubuh oleh serumnya sendiri."
115PansitopeniaDepresi semua elemen sel darah secara abnormal
116PapilledemaEdema diskus optikus
117Phenylketonuria (PKU)Kelainan metabolisme sejak lahir yang ditandai dengan ketidakmampuan mengubah fenilalanin menjadi tirosin, sehingga menyebabkan akumulasi fenilalanin dan hasil metaboliknya di dalam cairan tubuh.
118PneumoniaRadang paru-paru disertai eksudasi dan konsolidasi
119Post Traumatic Stress DisorderGangguan paska trauma
120PremedikasiPengobatan pendahuluan
121ProdrugSenyawa yang dalam pemberiannya harus mengalami perubahan kimiawi terlebih dahulu melalui proses metabolisme sebelum menjadi senyawa aktif.
122PruritusGatal/ Alergi pada kulit
123PsoriasisDermatosis yang kronis, herediter, dan kambuhan ditandai dengan diskret berupa makula, papula, atau plak berwarna merah terang yang ditutupi oleh skuama keperakan
124PustularLesi kulit yang kecil, menonjol, berbatas, dan mengandung nanah
125RadioterapiPengobatan penyakit dengan menggunakan radiasi.
126RecrusendenceMunculnya kembali gejala-gejala setelah mereda sementara
127Resusitasi (Resuscitation)Upaya pemulihan kehidupan pada seseorang.
128RetinoblastomaBlastoma congenital ganas, dapat herediter atau sporadic, terdiri dari sel-sel tumor yang tumbuh dari retinoblastoma.
129RhabdomiolisisPutusnya serat otot lurik yang disertai pengeluaran mioglobin di urin
130Sarcoma BotryoidesRabdomiosarkoma embrional yang timbul pada jaringan submukosa, biasanya pada vagina bagian atas, serviks uteri, atau leher kandung kemih pada anak kecil atau bayi, tampak sebagai struktur polipoid seperti anggur.
131SeizureEpisode tunggal epilepsi , sering diberi nama menurut gambaran tipenya.
132SepsisAdanya mikroorganisme patogen atau toksinnya di dalam darah atau jaringan lain.
133Sindrom SIADH (Secretion of antidiuretic hormone)Hiponatremia persisten, kenaikan osmolalitas urin yang tidak sesuai, dan tidak adanya stimulus yang dapat dilihat untuk pelepasan ADH.
134Sindrom Steatosis HepatikSindrom degenerasi lemak hati
135SinkopPingsan, hilangnya kesadaran sementara waktu yang disebabkan oleh iskemia serebral umum
136SirosisPeradangan interstisial suatu organ, terutama hati
137Somnolent (Somnolence)Perasaan mengantuk yang tidak normal
138Stenosis pirolikPenyumbatan pada pilori lambung.
139Steven Johnson SydromeSindroma eritema multiforme yang bisa berakibat fatal ditandai dengan lesi mukokutan yang berat. Sindroma ini dapat juga menyebabkan gangguan pada paru-paru, gastrointestinal, jantung dan ginjal.
140SuperinfeksiInfeksi baru yang menyulitkan jalannya terapi antimikroba dari proses infeksi yang ada, akibat invasi bakteri atau jamur yang resisten terhadap obat-obatan yang sedang digunakan.
141Tinea corporisInfeksi jamur kulit glabrosa, biasanya disebabkan oleh spesies Trichophyton dan Microsporum
142Tinea crurisInfeksi jamur yang menyerang lipat paha, perineum, dan regio perianal serta kadang-kadang menyebar ke daerah sekitarnya; infeksi ini paling sering menyertai tinea pedis, sehingga organisme penyebabnya adalah sama untuk kedua infeksi
143Tinea pedisAthlete's foot; infeksi jamur kulit superfisial kronis pada kaki, khususnya di antara jari kaki dan telapak kaki, disebabkan oleh spesies Trichophyton atau Epidermophyton floccosum.
144Tinea versicolorGangguan yang kronis, tanpa peradangan, dan biasanya tanpa gejala yang hanya ditandai dengan terdapatnya bercak makular multipel; biasanya terlihat pada daerah tropis dan disebabkan oleh Malassezia furfur.
145TMTPThiopurine Menthyl Transferase
146Tourette's Syndrome (TICS)Gilles de la Tourette's s. Townes' s. : kelainan yang diturunkan berupa anomali aurikular, defek pada anus, anomali tungkai dan jari-jari, serta defisiensi ginjal, kadang-kadang juga meliputi penyakit jantung, ketulian, atau ovarium kistik.
147Tromboplebitisradang vena yang berhubungan dengan pembentukan trombus.
148TrombositopeniaMenurunnya jumlah trombosit dalam sirkulasi darah.
149Tumor TesticularTumor pada testis.
150Tumor WilmsTumor ginjal campuran ganas yang tumbuh dengan cepat, terbentuk dari unsur embrional. BIasanya mengenai anak-anak sebelum usia lima tahun.
151UrtikariaReaksi vascular lapisan dermis bagian atas yang ditandai dengan gambaran sementara bercak (bentol) yang agak menonjol yang lebih merah atau lebih pucat daripada kulit sekitarnya dan sering disertai dengan gatal yang hebat.
152VasculitisRadang pembuluh
153VertigoPerasaan berputar atau bergerak pada diri seseorang (subyektif) atau terhadap benda-benda yang berada di sekitarnya (obyektif) pada setiap bidang; kadang-kadang digunakan secara keliru untuk mengartikan semua bentuk pusing
154XerophtalmiaKekeringan dan penebalan konjungtiva dan kornea akibat defisiensi vitamin A
155XerostomiaKekeringan mulut akibat disfungsi kelenjar saliva